11143168_10153264515534299_5756517729904247070_nSalah satu persoalan terbesar dan mungkin terbanyak yang sering menimpa banyak pebisnis adalah ” modal”. Tulisan kali ini bersumber apa yang saya alami dan yakini. So, saya ga bertanggung jawab kalo seandainya setelah anda membaca, kemudian mengamalkan apa yang ada ditulisan ini anda sukses tak terhankan..itu resiko anda yaa.

Kebanyakan Modal Lebih Berbahaya Daripada Kekurangan Modal (dalam bentuk uang)

Sebelumnya, mari kita sama sama sepakati dulu ya, kalo yang namanya modal itu ga selamanya dalam bentuk uang. Bisa jadi dalam bentuk lain. Sayangnya, kebanyakan mindset kita adalah modal = uang.

Kembali ke judul diatas, bahwasanya seringkali kebanyakan modal (yg berbentuk uang) itu lebih berbahaya daripada kekurangan modal. Benarkah?

Ada Nasehat bijak ulama yang sangat saya ingat : “Jika kita ingin dunia dengan ilmu, jika kita ingin akhirat dengan ilmu, jika kita ingin keduanya dengan ilmu” . Entah kenapa nasehat ini sangat membekas di hati saya, yang saat itu sedang galau dikejar Debt Collector, hutang numpuk & sepertinya usaha untuk mencari solusi malah membuahkan utang yang makin menumpuk..

Saat itu, saya mendengar nasehat ini pada saat Khutbah Jum’at di masjid Habiburahman Bandung. Masjid tempat saya berdiam diri berlama – lama saat bingung harus seperti apa lagi menyelesaikan masalah keuangan. Setelah mendengar nasehat itu, saya benar benar tergila – gila dengan belajar, Saya berdiri belama – lama di Gramedia untuk membaca buku, saya hunting buku bekas, berusaha bisa ikut workshop, bagaimanapun caranya saya kejar.

Salah satu yang berkesan adalah ketika saya di tahun 2007 ingin ikut belajar SEO yang harga Trainingnya 4 Juta. Jangankan 4juta, untuk bensin dan makan harian saja saat itu sudah susah, Pantang Menyerah, Pantang Mengeluh dan selalu berdoa pada Allah, Alhamdulillah singkat cerita saya bayar Workshop itu dengan “tenaga”. Saya kerahkan kemampuan saya untuk menjadi EO Training SEO itu, sehingga saya bisa mendapatkan ilmunya secara gratis.

Nah sobat, intinya ilmu lebih penting daripada uang. Percayalah, jikalau anda di titipi uang tetapi ilmu pengelolaan keuangan dan bisnis anda masih sangat terbatas, itu akan menjadi musibah buat anda. Uang yang harusnya untuk modal, malah termakan operasional, bahkan buat hal yang bukan peruntukanya. Padahal itu adalah amanah.

Tentunya tidak usah menunggu sempurna. Kita bisa melakukan bisnis dan belajar secara bersamaan.

Bos – bos saya dikantor yang memimpin perusahaan disekolahkan orangtuanya sampai keluar negeri, sampai di Indonesia mereka bukan berkarier, tapi berbisnis & berdagang. Serius banget kan?

Sedangkan banyak diantara kita dengan hanya modal seminar bisnis sehari langsung berani resign?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here