Ini Cara Bisnis Modal Kecil : Menahan Keinginan, Mendahulukan Kebutuhan

Yang saya tulis dibawah ini adalah studi kasus nyata bagaimana saya membangun bisnis penjualan jaket Kulit saya bersama seorang sahabat di Garut. Alhamdulillah, sampai tulisan ini ditulis, usaha ini Insya Allah berkah, bisa menjadi jalan rezeki setidaknya untuk sepuluhan lebih “punggawa” (sebutan kami untuk crew) bersama para keluarganya.

Sebelumnya saya pernah menulis tentang pentingnya modal berupa ilmu daripada modal berbentuk uang, artikelnya anda bisa baca terlebih dahulu disini. Tulisan itu berdasarkan apa yang saya alami.

Kami memulai berbisnis dengan menjadi broker/calo para pengrajin jaket kulit asli digarut. Ditulisan berikutnya, Insya Allah saya share sisi teknisnya, Dalam tulisan ini saya ingin berbagi dari sisi sikap mental yang kami pegang saat memulai usaha ini.

Kami haqqul yaqin bahwa bisnis yang berkah itu tanpa Riba, menghindari riba itu wajib hukumnya, sebab kami yakin bahwa bisnis itu bukan masalah untung rugi, tapi masalah Syurga & Neraka,

Kami haqul yaqin bahwa berhutang itu bukan syarat wajib berbisnis. Bahkan hutang yang bisa menghancurkan bisnis,

Bulan pertama kami membuat web, membeli domain dan perangkat lainya hanya dengan uang sekitar 500Ribuan saja.

Bulan berikutnya, keuntungan sedikit dari bukan pertama tidak langsung kami nikmati, tapi kami investasikan untuk promosi. Begitu seterusnya. Sampai pada satu titik, kami bisa menganggarkan promo cukup besar tanpa harus berhutang.

“Menahan Keinginan, Mendahulukan Kebutuhan “

Salam Action !

Ka

4 Sikap Mental Penting Dalam Memulai Bisnis

Penyakit akut yang banyak menimpa para pelaku bisnis online adalah malas action, malas praktek. Padahal dalam Islam saja sudah ditekankan, bahwa sebuah ilmu akan menjadi berkah dan manfaat jika ia diamalkan, dikerjakan. Banyak juga diantara sahabat kita yang akhirnya jadi “ahlul Seminar” atau “ahlul Workshop”. Sering banget ikut Seminar & WS. Teriak ” Dahsyatt !!, Luar Biasa !!” ¬†saat didalam ruangan. Besoknya bingung mulai darimana dan bagaimana untuk bisa menghasilkan uang dalam berbisnis.

So, berikut ini tips yang saya sarankan untuk anda yang Newbie, ingin memulai bisnis online, atau bisnis lainya.

1. Tanya pada diri anda : “Kenapa saya harus berbisnis?” jawablah dengan jujur pada diri anda. Jangan sampai anda berbisnis karena trendnya saja, karena terlihat gaya menjadi pengusaha. Berbisnislah karena Allah. Derajat seorang pengusaha yang Jujur adalah bersama Rasul & Syuhada di Syurga !! sebuah derajat yang luar biasa tinggi dan mulia.

Jika tujuanya hanya mencari uang, lalu apa bedanya dengan ..maaf, koruptor, pencuri dll. Pertanyaan ini juga yang akan membuat anda mengambil keputusan dengan bijak. Bekerja sebagai karyawan boleh jadi lebih mulia dan berkah buat anda, daripada anda memaksakan diri malah berdarah – darah berhutang sana sini untuk berbisnis.

2. Mulailah menyukai & mencintai apa yang dikerjakan. Mengerjakan sesuatu yang disukai, tentunya adalah idaman semua orang dalam berbisnis. Namun kenyataanya tidak semua yang kita sukai bisa menghasilkan uang & profit dalam berbisnis. Dulu saya sangat suka Fashion & Sangat tidak suka dengan dunia komputer. Saya suka banget kegiatan outdoor & sangat benci diam ditempat. Tapi kenyataanya ternyata tidak seperti itu, Dunia Fashion tidak menghasilkan uang yang cepat dan cukup buat saya. Yang membuat saya berpenghasilan cepat dan mencukupi malah dunia SEO & Komputerisasi yang dulu sangat saya benci.

Asal tahu saja : saya pernah menjadi orang yang buta komputer, bahkan cara menyalakan dan mematikan pc saja saya tidak tau. Bikin komputer orang lain rusak.wkwkwk..

3. Buang ego kita, lepaskan semua mindset yang menghalangi kita untuk bertindak. Karena saya dulu ditaqdirkan selalu menjadi leader di organisasi yang saya ikuti, mindset itu dikemudian hari pernah menjadi mental block buat saya. Saya sempat punya Mindset “Ga usah bisa komputer deh, yang penting bisa gaji orang yg pinter komputer”. Sekilas seperti benar dan gaya, namun setelah jujur mengevaluasi diri, ini hanya bentuk egoisme kita saja yang berlindung dari kemalasan belajar kita.

Seorang leader memang tidak harus bisa mengerjkan semua, karena kemampuan kita ada batasnya. Namun mengetahui apa yang dikerjakan karyawan kita menjadi point yang sangat penting kalau kita tidak ingin ditipu.

So, sehebat apapun posisi & karir anda dimasa lalu, jangan menjadi barier untuk anda berani melakukan sesuatu & belajar hal baru dalam memulai berbisnis.

4. Mulai dari hal kecil, mulai sekarang juga !

Kebanyakan Modal Lebih Berbahaya Daripada Kekurangan Modal, Benarkah?

11143168_10153264515534299_5756517729904247070_nSalah satu persoalan terbesar dan mungkin terbanyak yang sering menimpa banyak pebisnis adalah ” modal”. Tulisan kali ini bersumber apa yang saya alami dan yakini. So, saya ga bertanggung jawab kalo seandainya setelah anda membaca, kemudian mengamalkan apa yang ada ditulisan ini anda sukses tak terhankan..itu resiko anda yaa.

Kebanyakan Modal Lebih Berbahaya Daripada Kekurangan Modal (dalam bentuk uang)

Sebelumnya, mari kita sama sama sepakati dulu ya, kalo yang namanya modal itu ga selamanya dalam bentuk uang. Bisa jadi dalam bentuk lain. Sayangnya, kebanyakan mindset kita adalah modal = uang.

Kembali ke judul diatas, bahwasanya seringkali kebanyakan modal (yg berbentuk uang) itu lebih berbahaya daripada kekurangan modal. Benarkah?

Ada Nasehat bijak ulama yang sangat saya ingat : “Jika kita ingin dunia dengan ilmu, jika kita ingin akhirat dengan ilmu, jika kita ingin keduanya dengan ilmu” . Entah kenapa nasehat ini sangat membekas di hati saya, yang saat itu sedang galau dikejar Debt Collector, hutang numpuk & sepertinya usaha untuk mencari solusi malah membuahkan utang yang makin menumpuk..

Saat itu, saya mendengar nasehat ini pada saat Khutbah Jum’at di masjid Habiburahman Bandung. Masjid tempat saya berdiam diri berlama – lama saat bingung harus seperti apa lagi menyelesaikan masalah keuangan. Setelah mendengar nasehat itu, saya benar benar tergila – gila dengan belajar, Saya berdiri belama – lama di Gramedia untuk membaca buku, saya hunting buku bekas, berusaha bisa ikut workshop, bagaimanapun caranya saya kejar.

Salah satu yang berkesan adalah ketika saya di tahun 2007 ingin ikut belajar SEO yang harga Trainingnya 4 Juta. Jangankan 4juta, untuk bensin dan makan harian saja saat itu sudah susah, Pantang Menyerah, Pantang Mengeluh dan selalu berdoa pada Allah, Alhamdulillah singkat cerita saya bayar Workshop itu dengan “tenaga”. Saya kerahkan kemampuan saya untuk menjadi EO Training SEO itu, sehingga saya bisa mendapatkan ilmunya secara gratis.

Nah sobat, intinya ilmu lebih penting daripada uang. Percayalah, jikalau anda di titipi uang tetapi ilmu pengelolaan keuangan dan bisnis anda masih sangat terbatas, itu akan menjadi musibah buat anda. Uang yang harusnya untuk modal, malah termakan operasional, bahkan buat hal yang bukan peruntukanya. Padahal itu adalah amanah.

Tentunya tidak usah menunggu sempurna. Kita bisa melakukan bisnis dan belajar secara bersamaan.

Bos – bos saya dikantor yang memimpin perusahaan disekolahkan orangtuanya sampai keluar negeri, sampai di Indonesia mereka bukan berkarier, tapi berbisnis & berdagang. Serius banget kan?

Sedangkan banyak diantara kita dengan hanya modal seminar bisnis sehari langsung berani resign?