Ahlan Wa Sahlan yâ Qadhayâ

Demikian status message Aa kemarin dan dua hari yang lalu status message Iyam. Hmm, ada apa gerangan dengan kata-kata itu? Kemarin sebenarnya sudah penasaran, tapi tak kutanyakan karena satu dan lain hal. Rupa-rupanya itu adalah perkataan Ustadz Reza M. Syarief yang berarti, “Selamat datang masalah.”

Aneh? Sejujurnya ngga sih kalo buat saya mah. Iya pernah denger kata-kata itu. Ternyata emang diputer di MQ. Berbicara mengenai masalah yang kita alami sehari-hari.

Lalu mengapa harus menyambutnya? Disambut atau tidak ya masalah akan tetap datang dengan satu misi yang diembannya, mendewasakan kita. Coba deh perhatikan, apakah semakin hari semakin dewasa dan bertambah masalah atau tidak. Jika bertambah dewasa dengan bertambahnya masalah sejajar, maka kita sudah berhasil melaksanakan misi masalah. Nah lain lagi kalo yang makin tua malah makin kaya anak kecil, wah tau deh kalo yang kaya gituh.

Nah, begitu juga dengan kuliah. PR dan tugas itu suatu keniscayaan. Ga ada kata ga bisa selama kita mau mencoba. Ga ada kata ga mungkin selama kita masih percaya Allâh yang punya kuasa. Lalu, kenapa harus terbebani dengan PR dan tugas? Itu untuk membuat kita belajar. Tinggal jika kita menganggap PR dan tugas de-el-el itu adalah masalah, kembali ke perkataan sebelumnya..masalah itu untuk mendewasakan kita. Hadapi aja. Karena masalah pasti datang. Hadapi, hayati dan nikmati itu kan pesan Aa Gym?!

Jadi, Ahlan Wa Sahlan yâ Qadhayâ!!!

Jadilah Ilmuwan Muslim

Jika mau menelaah, Islam memiliki banyak sekali ilmuwan muslim di hampir seluruh bidang yang kita kenal saat ini. Namun, tak jarang sebagai seorang muslim kita tak tahu mengenai itu semua. Bahkan sudah terlalu lama dicekoki nama-nama ilmuwan yang notabene barat. Tidak salah memang, hanya saja sebagai seorang muslim kita seharusnya mengenal agama kita termasuk mutiara-mutiara yang ada di dalamnya. Itulah yang dilakukan para ilmuwan muslim, menemukan mutiara Islam. Dan malah ilmuwan yang kita kenal dengan nama barat itu seringkali sebenarnya adalah seorang muslim, karena mereka (barat, red) tidak dapat melafalkan nama ilmuwan muslim tersebut yang seringkali berasal dari timur tengah.

Al-Quran terlalu kaya untuk dikaji karena ia berasal dari Sang Pencipta Alam Semesta. Al-Quran takkan pernah habis dijelajahi karena ia mengandung banyak rahasia kehidupan tak berbatas. Oleh karena itu, tak sedikit kaum muslim yang menjadi ilmuwan karena mereka mempergunakan akal yang dikaruniakan Allâh kepadanya. Ia selami al-Qurân, perhatikan alam dan menjadilah mereka cendikiawan yang malang melintang di dunia sains.

Contohlah Omar Khayyam di bidang matematika dan astronomi, Al-Zahrawi di bidang kedokteran spesialis bedah, Al-Kindi, Ibn Sina, Al-Khawarizmi, dan masih banyak lagi ilmuwan muslim lainnya yang akan membuat kita bersemangat untuk menelusuri ilmu pengetahuan dan menjadi ilmuwan muslim next generation. Lalu berkatalah, We are mujaddid of the century!!!

Allâhu akbar!!!

Semangat Laskar Pelangi

Hmm..udah nonton film Laskar Pelangi belum? Atau minimal baca novelnya deh. Gimana pendapat temen-temen? Mmm, sejujurnya saya tidak mengharapkan jawaban “rame”. Kenapa? Karena itu hanya pendapat biasa. Lalu yang luar biasa apa dong jawabannya? Saya ingin jawaban mengenai semangat dari novel itu.

Laskar Pelangi (LP) memuat pesan moral bahwa yang miskinpun berhak mendapat pendidikan, selain itu belajar untuk melihat sesuatu dari kacamata positif. Semangat belajar. Itu pesan yang ingin sa tekankan dalam tulisan ini. Ya, semangat belajar. Mereka tak peduli sekolah mereka dah ampir ambruk. Mereka ga peduli apakah guru mereka banyak atau sedikit. Tak juga peduli apakah mereka memiliki buku atau tidak. Tapi semangat mereka belajar dapat menutupi kekurangan itu.

Murahnya biaya tak jadi alasan untuk bermalas-malasan. Tak lantas berkata, “Serasa kurang perjuangannya.” Hanya orang-orang yang tak bersyukur yang mengatakan itu [maaf kalo terkesan kasar]. Ya, memang bagi sebagian orang itu benar, tapi bukan dan tak pantas dijadikan pembenaran untuk menyia-nyiakan kesempatan dari Allâh.

Saya hanya ingin mengatakan, meski dari segi bangunan kampus kita ga bagus, meski dari segi biaya sangat murah dan dari segi reputasi pun kalah jauh, tapi kita memiliki dosen-dosen berkualitas dan tentunya mahasiswa yang juga berkualitas. Tantangan jangan dijadikan alasan untuk menyia-nyiakan kampus kita, menyia-nyiakan kesempatan dari Allâh. Padahal masih banyak di luar sana yang untuk sekolah saja di bawah jembatan [seperti di Depok] dan bahkan tak mampu untuk kuliah. Kampus kita butuh bantuan, ingat banyaklah memberi bukan menerima. Jadi bersemangatlah kuliah. Seperti semangat para anggota Laskar Pelangi dalam menuntut ilmu.

Wallâhu a’lam bishshawwâb

Link Tentang Alpro

Alpro alias Algoritma Pemrograman. Saya nemu links berikut ketika mengerjakan tugas AP1-2 dan AP1-3. Beberapa memang mungkin tak terlalu berkaitan, tapi sangat bermanfaat jika mau belajar darinya. Kenapa tidak saya masukkan ke dalam tautan? Karena malah memperpanjang tautan. Kita simpen di tulisan aja ya. Sebagai referensi kita bareng-bareng. Semuanya hasil googling, AP1-2 dan AP1-3. Sebagian link adalah link untuk AP1-3. Sedangkan AP1-2 sebenarnya tak terlalu harus googling. Hehe.

  1. Mencari Ebook
  2. Kurniawan, tentang struktur dasar algoritma,
  3. Antonius, UKDW tentang materi kuliah disini.
  4. Tipe data, Hatma.info,
  5. Tipe data, mikroskil.co.id,
  6. Tipe bentukan [tipe data],
  7. Struktur algoritma kayak yang di silabus [maaf belum googling apa namanya] dan ini daftar isinya.
  8. Karakter ASCII
  9. Karakter ASCII.
Segituh dulu ya..saya mau pulang nih. PR Alpro juga belum selesai 😆
Oya, semua link itu sudah diset agar membuka tab baru, jadi tinggal klik aja ya ga usah klik kanan “Open in New Tab” [maaf, saya pemakai Mozilla Firefox, Google Chrome, Safari dan Opera yang semuanya punya tab. Meski IE sekarang punya tab juga, tapi jarang dipakai :mrgreen: ]

Sir Isaac Newton

“If I have been able to see further, it was only because I stood on the shoulders of giants.” (Isaac Newton)
Scientist and Mathematician, 1642 – 1727
(Jika aku bisa melihat lebih jauh, itu hanya karena aku berdiri di bahu seorang raksasa.)
Ilmuwan dan Matematikawan, 1642 – 1727 

Isaac Newton lahir tanggal 25 Desember 1642 (berdasarkan kalender Julian; atau 4 Januari 1643 berdasarkan kalendar Masehi saat ini) di Woolsthorpe, dekat Grantham di Lincolnshire, Inggris. Ia lahir bersamaan dengan wafatnya Galileo. Newton adalah ilmuwan yang sangat berpengaruh yang pernah ada. Pencapaiiannya dalam bidang matematika, optik dan fisika dijadika dasar ilmu modern dan merubah dunia.

Newton belajar di Trinity College, Cambridge dimana ia tinggal dari tahun 1661 dampai 1696. Selama periode ini, ia menghasilkan bagian terbesar dari pekerjaannya di bidang matematika. Pada tahun 1696 dia ditunjuk menjadi Master of the Royal Mint, dan dipindahkan ke London, dimana ia tinggal hingga ia wafat.

Sebagai matematikawab, Newton menemukan kalkulus integral dan bersama Leibnitz, menghasilkan kalkulus diferensial. Dia juga menciptakan rumus untuk menghitung kecepatan suara dalam gas yang kemudian diperbaiki oleh Laplace.

Newton membuat dampak yang luas pada teori astronomi. Dia mendefinisikan hukum gerak dan gravitasi universal yang digunakannya untuk memprediksi secara tepat pergerakan bintang dan planet-planet sekitar matahari. Mempergunakan temuannya di bidang optik, Newton merancang teleskop pertama.

Newton menemukan sains adalah sebuah fakta dan hukum yang bercampur campur, dapat menjelaskan beberapa fenomena tapi memprediksi hanya segelintir. Dia kemudian menjadikannya sistem hukum yang menyatu yang dapat diaplikasikan ke sebuah skala fenomena fisika yang sangat luas, dan dapat dipakai untuk membuat prediksi-prediksi pasti. Newton menuliskan karyanya dapat dua buku berjudul “Opticks” dan “Principia.”

Newton wafat di London 20 Maret 1727 dan dimakamkan di Westminster Abbey, ilmuwan pertama yang diberi kehormatan ini. Sebuah review di sebuah ensiklopedi sains akan mengungkapkan setidaknya 2 atau 3 kali lebih mengacu pada Newton dibanding ilmuwan lainnya. Sebuah puisi abad 18an yang ditulis oleh Alexander Pope mengenai Sir Isaac Newton menuliskan:

“Nature and Nature’s laws lay hid in night:
God said, Let Newton be! and all was light.”

[Alam dan hukum alam tersembunyi dalam malam: Tuhan berkata, berikan pada Newton dan semua menjadi bercahaya]

Wallâhu a’lam

source: www.lucidcafe.com